- Win Rate
- 75.0%
- Match
- 12
- KDA
- 1.47
Deadlock vs Phoenix Matchup
- Patch
- 13.06
- Match
- 873.870
- Wilayah
- Semua Region
- Rank
- Semua Rank
- Platform
- Semua Platform
- Mode
- Competitive
- Terakhir Diperbarui
- 15 Okt 2026 UTC
- Metodologi
- Metodologi Data
- Penulis
- Dakota Chinnick
Breakdown matchup Deadlock vs Phoenix: Deadlock mendominasi dengan win rate 75.0% dari 12 match. Fragging unggul (KDA 1.47) memberi Deadlock keunggulan jelas. Lihat statistik attack/defense dan analisis tempur.
Rincian matchup Deadlock
Pilih agent lawan untuk melihat statistik head-to-head secara detail. Bandingkan performa Deadlock dari sisi win rate, KDA, damage, persentase headshot, dan efektivitas attack/defense, semuanya berdasarkan data match kompetitif Valorant yang nyata.
Siapa yang menang di matchup Deadlock vs Phoenix?
Rincian Performa Deadlock vs Phoenix
Analisis 12 match menunjukkan Deadlock punya keunggulan jelas atas Phoenix di matchup head-to-head ini, menang di 3 dari 4 metrik performa penting. Meski Phoenix kuat di satu kategori, keunggulan statistik Deadlock secara keseluruhan di fragging, damage, dan win rate per sisi memberinya posisi lebih kuat di sebagian besar baku tembak.
Ringkasan Matchup Deadlock vs Phoenix
Matchup Deadlock vs Phoenix di Valorant adalah matchup dominan di mana satu agent jauh lebih unggul. Berdasarkan 12 match kompetitif yang dianalisis, Deadlock menang 75.0% dibanding 25.0% milik Phoenix, selisih 50.0 poin persentase. Selisih terbesar ada di akurasi headshot, tempat Phoenix konsisten lebih unggul. Di matchup Sentinel vs Duelist ini, Deadlock punya keunggulan telak di matchup agent ini. Phoenix jangan pernah mengambil duel sendirian melawan Deadlock dan harus mengandalkan koordinasi tim, utility, dan crossfire untuk bisa bersaing secara efektif.
Analisis Fragging Deadlock vs Phoenix
Deadlock unggul tipis atas Phoenix dalam perbandingan fragging yang kompetitif, memenangkan 3 dari 5 metrik dengan keunggulan menonjol di KDA efficiency, kill production, survivability. Dengan selisih hanya 3-2 dari 12 match yang dianalisis, matchup Deadlock vs Phoenix ini masih bisa dimenangkan kedua pihak. Phoenix tidak perlu merasa kalah kelas. Jaraknya cukup sempit sehingga skill individu, pilihan positioning, dan pengambilan keputusan in-game bisa dengan mudah membalik pertarungan tertentu untuk keuntungan Phoenix.
Performa Attack dan Defense Deadlock vs Phoenix
Rincian Sisi Menyerang
Deadlock jauh mengungguli Phoenix di sisi attack, dengan win rate round 52.2% dibanding 43.5%. Selisih 8.7 poin ini menunjukkan Deadlock adalah agent ofensif yang jelas lebih unggul di head-to-head ini, dengan keunggulan yang sulit dikejar Phoenix hanya lewat skill individu.
Berdasarkan 12 match yang dianalisis, Deadlock mendominasi skenario attack lewat berbagai jalur. Tingkat keberhasilan entry, konversi post-plant, dan adaptasi mid-round semuanya jauh berpihak pada Deadlock. Tim Phoenix harus melakukan penyesuaian struktural pada pendekatan attack: kurangi ketergantungan pada Phoenix untuk peran fragging utama, rancang execute yang meminimalkan keterlibatan langsung Phoenix dengan Deadlock, dan pikirkan bagaimana komposisi tim bisa menutupi kelemahan ofensif Phoenix. Sekadar «bermain lebih baik» tidak cukup untuk mengejar selisih 8.7%.
Phoenix sebaiknya menghindari peran entry fragger melawan Deadlock sebisa mungkin. Data jelas menunjukkan Deadlock memenangkan porsi first contact yang tidak seimbang di sisi attack. Pemain Phoenix sebaiknya mengambil peran support: flash untuk rekan tim, trade entry, atau lurk untuk menekan map tanpa konfrontasi langsung dengan Deadlock. Kalau terpaksa entry, tunggu dukungan utility maksimal dan pastikan ada trade yang terjamin. Deadlock boleh dan sebaiknya entry dengan agresif karena statistik mendukung permainan percaya diri.
Skenario post-plant sangat condong ke Deadlock di matchup ini. Phoenix kesulitan mengubah spike plant jadi kemenangan round dengan tingkat yang sama, entah karena penggagalan defuse yang lebih lemah, ketahanan retake yang kurang, atau posisi post-plant yang kurang efektif. Tim Phoenix jangan pernah membiarkan Phoenix sendirian saat post-plant, selalu siapkan rekan di dekatnya untuk crossfire dan trade. Pertimbangkan memberikan spike ke pemain lain jika memungkinkan. Deadlock sebaiknya sadar akan dominasi post-plant-nya dan bermain agresif untuk menjaga spike setelah site direbut.
Rincian Sisi Bertahan
Deadlock jauh mengungguli Phoenix di defense, meraih 56.5% kemenangan ronde dibanding 47.8%. Selisih 8.7 poin persentase ini menunjukkan Deadlock unggul dalam tugas defense inti, yaitu anchor site, mengumpulkan informasi, menahan execute, dan berkontribusi di retake, pada level yang tidak bisa disamai Phoenix.
Phoenix jangan pernah solo anchor melawan Deadlock. Selisih defense 8.7% membuat menahan site sendirian sangat merugikan Phoenix. Sebagai gantinya, pasangkan Phoenix dengan rekan, beri posisi di luar site yang memungkinkan rotasi lebih awal, atau suruh bermain peran support yang tidak perlu bertahan lama di site. Deadlock sebaiknya aktif menjaga site yang sulit, karena kemampuan defense-nya jauh melampaui Phoenix.
Dinamika retake sangat condong ke Deadlock. Saat Phoenix harus retake melawan Deadlock, keberhasilan menuntut keunggulan jumlah dan koordinasi utilitas yang besar. Jangan retake dengan jumlah sama, dan hindari retake solo sama sekali. Deadlock sebaiknya bermain di posisi post-plant dengan percaya diri, karena Phoenix kesulitan membersihkannya dengan efektif. Di skenario clutch, Deadlock punya keunggulan statistik besar yang tidak bisa dikejar Phoenix lewat skill individu saja.
Manajemen ekonomi jadi krusial bagi Phoenix di matchup ini. Force buy melawan Deadlock secara matematis merugikan, karena selisih defense makin besar saat utilitas terbatas. Phoenix sebaiknya mengusulkan full save, memastikan ronde full buy punya utilitas maksimal untuk menutupi kelemahan defense-nya. Deadlock bisa force buy dengan percaya diri, karena kit defense-nya memberi keunggulan yang sebagian menutupi kerugian ekonomi.
Analisis Sisi Keseluruhan
Deadlock menunjukkan superioritas telak di attack (52.2%) dan defense (56.5%), mengungguli Phoenix secara menyeluruh di semua fase game. Berdasarkan analisis 12 match kompetitif kami, ini salah satu matchup agent yang paling berat sebelah di Valorant, dengan Deadlock unggul di setiap tahap.
Pilihan map dan komposisi tim tidak bisa memperbaiki kerugian Phoenix di matchup ini. Deadlock unggul di semua jenis map dan struktur tim. Kalau kamu main Phoenix melawan Deadlock, komposisi timmu harus menutupi dengan besar: agent fragging kuat untuk memikul beban Phoenix, support berat utilitas untuk menutupi positioning-nya, dan koordinasi agar Phoenix tidak dibiarkan sendirian melawan Deadlock.
Untuk naik ranked, hindari main Phoenix saat kamu sering menghadapi Deadlock. Kerugian gabungan 17.4 poin persentase di kedua sisi terlalu besar untuk diatasi lewat peningkatan skill individu. Kalau Deadlock sedang meta di rank-mu, pertimbangkan serius untuk menambahkannya ke agent pool atau memakai agent dengan matchup yang lebih netral.
Vonis akhir: Deadlock menang telak di matchup Deadlock vs Phoenix. Ini bukan soal skill check atau «main lebih bagus». Deadlock punya keunggulan sistematis yang terlihat di ribuan game. Pemain Phoenix yang menghadapi Deadlock sebaiknya menyesuaikan ekspektasi, main lebih support, dan sadar bahwa konfrontasi langsung secara statistik tidak menguntungkan di setiap tahap game.
Dinamika Sentinel vs Duelist
Dinamika Sentinel (Deadlock) vs Duelist (Phoenix) menciptakan pertarungan asimetris saat tiap agent membawa tool yang sangat berbeda ke dalam duel. Kemampuan Sentinel milik Deadlock punya fungsi berbeda dari kit Duelist milik Phoenix, sehingga pertarungan langsung sering melibatkan pertukaran utilitas yang tidak setara.
Memahami bagaimana kemampuan Sentinel berinteraksi dengan counterplay Duelist penting untuk memaksimalkan potensi agent-mu. Toolkit Sentinel milik Deadlock mungkin unggul di aspek tertentu sementara kit Duelist milik Phoenix meng-counter aspek lain. Keunggulan Deadlock menunjukkan kemampuan rolenya rata-rata lebih baik dalam memenangkan pertarungan lintas role ini.
Bangun comp tim yang sempurna
Susun kedua tim di Comp Lab, pilih map, lalu lihat keseimbangan role, kecocokan map per agent, dan keunggulan matchup, semuanya dihitung dari match kompetitif asli sebelum ronde dimulai.
- Pembuat comp 5v5 lengkap
- Kecocokan map & win rate per agent
- Keunggulan matchup vs pick musuh

Deadlock punya matchup menguntungkan melawan 13 agen dan matchup tidak menguntungkan melawan 12 agen di Valorant. Matchup terkuat Deadlock adalah melawan Phoenix dengan win rate 75.0%. Matchup tersulit adalah Breach dengan win rate 0.0%. Gunakan tabel di bawah untuk melihat detail matchup dan metrik performa.
Lawan | Win Rate | Match | KDA | DMG/Rnd | HS % | WR Atk | WR Def |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 51.89% | 106 | 1.36 | 136.7 | 30.9% | 47.7% | 53.9% | |
| 60.81% | 74 | 1.32 | 134.0 | 33.4% | 52.6% | 53.9% | |
| 57.14% | 63 | 1.37 | 132.5 | 31.5% | 49.5% | 53.2% | |
| 36.67% | 60 | 1.18 | 124.2 | 33.7% | 43.6% | 48.5% | |
| 50.00% | 48 | 1.38 | 136.9 | 32.6% | 48.4% | 54.2% | |
| 46.34% | 41 | 1.35 | 133.3 | 35.5% | 48.8% | 53.7% | |
| 38.46% | 39 | 1.33 | 134.2 | 30.1% | 43.9% | 52.5% | |
| 44.74% | 38 | 1.33 | 131.7 | 32.1% | 47.3% | 51.5% | |
| 38.24% | 34 | 1.33 | 137.7 | 30.9% | 43.3% | 52.9% | |
| 18.18% | 22 | 1.08 | 123.2 | 32.8% | 42.3% | 45.4% | |
| 45.00% | 20 | 1.27 | 133.3 | 32.7% | 42.2% | 52.8% | |
| 63.16% | 19 | 1.27 | 125.3 | 31.4% | 52.5% | 55.7% | |
| 60.00% | 15 | 1.34 | 122.0 | 34.4% | 57.2% | 52.9% | |
| 35.71% | 14 | 1.41 | 148.9 | 31.3% | 51.4% | 39.6% | |
| 75.00% | 12 | 1.47 | 142.3 | 27.3% | 52.2% | 56.5% | |
| 33.33% | 12 | 1.49 | 153.2 | 30.8% | 50.0% | 45.0% | |
| 75.00% | 12 | 1.22 | 128.5 | 33.4% | 53.4% | 55.6% | |
| 54.55% | 11 | 1.17 | 126.9 | 31.9% | 44.6% | 53.6% | |
| 50.00% | 8 | 1.16 | 117.3 | 33.1% | 46.3% | 54.4% | |
| 42.86% | 7 | 1.36 | 135.1 | 30.0% | 41.3% | 51.4% | |
| 50.00% | 6 | 1.50 | 152.5 | 45.8% | 46.6% | 51.5% | |
| 75.00% | 4 | 1.51 | 137.8 | 40.1% | 52.6% | 60.4% | |
| 50.00% | 4 | 1.44 | 135.3 | 33.1% | 64.6% | 44.4% | |
| 0.00% | 3 | 1.16 | 136.1 | 25.5% | 29.4% | 54.5% | |
| 33.33% | 3 | 0.92 | 105.4 | 26.4% | 23.8% | 44.4% |
Help us maintain accuracy! If you notice incorrect stats, missing data, or any issues, your feedback directly improves the quality of our data for the entire community.
Frequently Asked Questions
Apa matchup terbaik Deadlock di Valorant?
Matchup terbaik Deadlock adalah melawan Phoenix, dengan win rate 75.0%. Deadlock unggul di matchup ini lewat kemampuan fragging yang superior dan interaksi utility yang menguntungkan.
Apa matchup tersulit Deadlock?
Matchup tersulit Deadlock adalah melawan Breach, dengan win rate hanya 0.0%. Melawan lawan ini, Deadlock sebaiknya fokus pada koordinasi tim dan penggunaan utility untuk menutupi kekurangan.
Berapa banyak matchup yang menguntungkan bagi Deadlock?
Deadlock punya 13 matchup menguntungkan (win rate 50%+) dan 12 matchup tidak menguntungkan di Valorant. Memahami dinamika matchup ini membantumu memilih agen lebih baik dan menyesuaikan gaya main.
Bagaimana cara memainkan Deadlock di matchup yang sulit?
Saat memainkan Deadlock di matchup sulit, prioritaskan koordinasi tim, penggunaan utility, dan crossfire. Hindari duel 1v1 terisolasi melawan lawan yang tidak menguntungkan dan cari peluang memakai skill Deadlock untuk menciptakan keunggulan. Sesuaikan positioning berdasarkan apakah kamu sedang attack atau defense.
Statistik apa yang paling penting di matchup Deadlock?
Statistik kunci untuk dianalisis di matchup Deadlock meliputi win rate, rasio KDA, rata-rata damage per round, dan win rate attack/defense. Matchup dengan damage tinggi cocok untuk permainan agresif, sedangkan matchup dengan KDA rendah menyarankan bermain lebih suportif dan mengandalkan trade tim.